10 Hal Buruk yang Dilakukan Arsenal Dalam 15 Tahun Terakhir

10 Hal Buruk yang Dilakukan Arsenal Dalam 15 Tahun Terakhir

aandzee.com • 10 Hal Buruk yang Dilakukan Arsenal Dalam 15 Tahun Terakhir – Sebagai seorang penggemar sepakbola dan menjadi fans Arsenal khususnya saya sebagai goonerette merasa sangat geregetan melihat apa yang selama ini terjadi pada klub London Utara kesayangan saya itu.

Yang masih fresh dan membuat saya begitu jengkel tentu saja kekalahan 4-1 di final Liga Eropa dari rival sesama London yaitu Chelsea.

Dengan gagalnya Arsenal menjuarai piala Liga Eropa itu sekaligus mematahkan harapan untuk bisa tampil di Liga Champions musim depan karena pada liga lokal musim 2018/2019 Arsenal hanya mampu finish di posisi ke #5 dan tentu saja yang membuat hal itu semakin menyesakkan adalah kalah dari Chelsea.

Musim depan The Gunners akan kembali bermain di Liga Malam Jum’at atau Liga Eropa untuk ketiga kalinya meskipun sebelum itu Arsenal selalu masuk jajaran klub elit yang bermain di Liga Champions.

Lalu sebenarnya kenapa dan bagaimana ini semua bisa terjadi dan menimpa klub seperti Arsenal yang sempat tidak pernah terkalahkan dalam 49 laga hanya 15 tahun yang lalu, dengan tim yang beranggotakan orang-orang macam Thierry Henry dan Dennis Bergkamp lalu kini ​menjadi sebuah tim yang terlihat sangat jauh untuk mencapai kembali kesuksesan masa lalu.

Tentu saja Arsenal bukanlah tim yang buruk bahkan Arsenal termasuk salah satu klub besar di Liga Premier Inggris. Tapi dengan apa yang terjadi pada Meriam London beberapa tahun terakhir ini membuat sebagian fans merasa frustasi melihat klub idolanya.

Bisa jadi 10 hal buruk yang dilakukan Arsenal dalam 15 tahun terakhir inilah yang menjadi faktor dan menyebabkan Arsenal tidak lagi berada di antara elit Eropa.

10. Tidak Mencari Pengganti Cesc Fabregas

Oke, salah satu alasan pertama saya menjadi goonerette memang karena Fabregas ada di dalamnya.

Pada tahun 2003, Fabregas yang masih berusia 16 tahun itu menandatangani kontrak dengan Arsenal dari akademi muda Barcelona dan bakat pemuda Spanyol itu segera jelas bagi semua orang yang melihatnya. Setelah legenda klub, Patrick Vieira meninggalkan Arsenal, Fabregas diberi tugas untuk mengambil kendali lini tengah, dan ia menjalankan tugasnya dengan cukup baik. Selama 303 penampilannya untuk The Gunners, Fabregas menjadi gelandang serang yang elit.

Pada tahun 2011 dimana sebenarnya itu masa awal saya menyukai sepakbola dan Arsenal, pemenang Piala Dunia 2010 bersama Spanyol ini akhirnya malah dijual kembali ke Barcelona. Dari Fabregas sendiri dia memang sudah ingin pulang kampung dan bergabung kembali dengan klub masa kecilnya namun dari pihak Arsenal nampaknya tidak segera menyiapkan pengganti Fabregas dan belum mendapatkan pemain dengan kemampuan seperti yang dimiliki oleh Fabegras hingga kini.

9. Tidak Menjuarai Liga Premier pada Tahun 2016

Setelah kemenangan bersejarah yang di raih Arsenal pada tahun 2004, Arsenal melakukan kesalahan besar dengan diam dan tidak memanfaatkan dominasi mereka kala itu sehingga Chelsea muncul menjadi musuh yang nyata kemudian Sir Alex Ferguson telah menempatkan Manchester United kembali di puncak, dan Manchester City menjadi klub terkaya di dunia.

Lalu pada musim 2015/2016 yang seharusnya menjadi pintu terbuka dan dapat dimanfaatkan Arsenal untuk kembali merebut mahkota mereka dan dengan berbagai alasan karena banyak pihak yang menjauh dari perburuan gelar dan karna klub itu adalah Arsenal, mereka akhirnya gagal, dan luar biasa sekali karena berakhir dengan menyelesaikan sepuluh poin di belakang pemenang akhirnya yaitu Leicester City, yang tidak disangka dapat menjuarai liga bahkan prediksi kemenangan itu adalah 5000/1 di awal musim.

Kesempatan terbaik Arsenal untuk memenangkan gelar ke-14 mereka selama lebih dari satu dekade itu harus hilang begitu saja dan mungkin Arsenal tidak akan mendapatkan kesempatan yang lebih baik lagi di musim-musim yang akan datang.

8. Menjual Semua Pemain ke Manchester City

Setelah bertahun-tahun finish di belakang Chelsea dan Man United, banyak pemain bintang Arsenal yang mulai gelisah dan ingin hengkang.

Menyusul pengambilalihan kepemilikan Man City oleh Sheikh Mansour setahun sebelumnya, jendela transfer musim panas 2009 akan menjadi yang pertama di bawah rezim Manchester City yang baru, dan mereka segera menunjukkan bahwa mereka tidak main-main dengan mengejar beberapa bintang terbesar saingan mereka dan serius untuk membuang uang.
Salah satu saingan seperti itu adalah Arsenal, penjualan pemain Arsenal ke Man City diawali oleh Kolo Toure dan Emmanuel Adebayor dengan harga keduanya yang bernilai £39. Lalu Gael Clichy dan Samir Nasri mengikuti mereka dua tahun kemudian, dan hal yang cukup mengejutkan dengan Bacary Sagna juga berseragam biru muda pada 2014.
Menjual pemain terbaik mungkin tidak hanya dilakukan oleh Arsenal saja, tetapi menjual begitu banyak pemain untuk sebuah tim yang secara khusus menargetkan untuk mendapatkan tempat Arsenal di puncak tampaknya sangat kontraproduktif bukan?

7. Tidak Menemukan Pengganti yang Cukup Baik untuk David Dein

Setelah kepergiannya dari Arsenal, Arsene Wenger mengklaim bahwa salah satu penyesalan terbesarnya sebagai manajer adalah dia tidak bekerja dengan mantan wakil ketua David Dein lebih lama.
Dein, yang menunjuk Wenger pada tahun 1996, secara mengejutkan mengundurkan diri dari perannya di Arsenal pada tahun 2007 setelah gangguan komunikasi dengan dewan.
Dalam wawancaranya dengan ESPN, Wenger mengatakan “Dia memiliki visi khusus untuk masa depan, untuk Liga Premier dan juga dia memberi saya, manajer asing, sebuah kesempatan ketika tidak ada yang mengenal saya di sini,” Cesc Fabregas juga memberi pernyataan : “Setelah dia pergi, semua tidak sama lagi.”
David Dein akhirnya digantikan oleh Ivan Gazidis dua tahun kemudian.

6. Memberikan Kontrak ITU pada Ozil

Bagi sebagian penggemar Arsenal, hal ini sepertinya bukanlah sebuah bencana besar.
Entah bagaimana, pada Januari 2018 Arsenal membiarkan dua pemain terbaik mereka, Ozil dan Alexis Sanchez, hanya memiliki sisa enam bulan pada kontrak mereka, tentu hal ini membuat mereka akan menjadi pemain free transfer di musim panas. Arsenal kemudian mengizinkan Sanchez untuk bergabung dengan Setan Merah, sementara si Ozil menandatangani kontrak baru yang berdurasi tiga tahun. Dengan adanya kontrak baru itu artinya bahwa Ozil yang berusia 29 tahun dan yang memiliki tingkat kerja rendah dan sering hilang dalam pertandingan besar khusunya derby, kini malah berpenghasilan lebih dari £300.000 per minggu. Nominal ini adalah dua kali lipat lebih besar dari gaji sebagian besar pemain yang juga bermain di Emirates. Hal ini tentu saja merusak struktur upah di klub dan membuat para pemain tidak bahagia, dan bahkan ada rumor yang menyebutkan bahwa hal ini turut menyebabkan Aaron Ramsey meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Juventus musim panas ini, dan Arsenal tampaknya terjebak dengan upah Ozil yang tinggi itu hingga 2021.

5. Menjadi Terlalu Tentatif di Pasar Transfer

Selama bertahun-tahun, Arsenal sudah terkenal sebagi tim yang hobi membuat para penggemarnya merasakan apa itu PHP alias pemberi harapan palsu dengan hanya mendatangkan pemain satu atau dua pemain dari kekuatan yang semua orang belum tentu tahu.
Sepertinya Wenger terlalu keras kepala dan terlalu loyal kepada para pemainnya untuk menutup celah, terutama di bagian belakang serta setelah kepergian Robin van Persie.
Salah satu contoh yang paling membuat dongkol sebagian fans Arsenal adalah ketika Arsenal tidak serius membeli pemain pada transfer besar ketika mereka dilaporkan memiliki kesempatan untuk mengontrak pemain depan Liverpool Luis Suarez seharga £40 juta di menit terakhir yang pada akhirnya binyang asal Uruguay itu pergi ke Camp Nou. Banyak yang menyalahkan dan menunjuk Wenger untuk masalah transfer, tetapi ternyata mungkin board lah yang bersalah pada banyak kesempatan. Di saat Arsenal pada akhirnya menandatangani kiper kelas dunia pada diri Petr Cech dan seorang striker yang produktif, Alexandre Lacazette, Arsenal nyatanya telah tertinggal jauh di belakang klub lain di Liga Premier.

4. Tidak Memperbaiki Pertahanan

Satu hal yang tak bisa di pungkiri membuat sebagian fans Arsenal merasa geram adalah Arsenal belum memiliki bek tengah kelas dunia sejak kepergian Sol Campbell pada 2006.
Sejak itu, Arsenal telah membawa bek mulai dari yang baik tetapi rentan cedera (Laurent Koscielny dan Thomas Vermaelen), hingga bencana kesalahan yang sering terjadi dan membuat setidaknya tiga kesalahan dalam satu pertandingan (Shkodran Mustafi dan Andre Santos). Padahal Arsenal dulunya terkenal karena memiliki lini belakang yang kuat penuh dengan para pemimpin Ashley Cole, Martin Keown dan Tony Adams sebelum 2004. Tapi sekarang? Arsenal malah terlihat seperti tim yang tidak bisa bertahan, karena dengan luar biasanya, mereka hanya mengamankan satu clean sheet saja laga tandang musim lalu, dan beberapa tahun lalu Arsenal telah menghadapi penghinaan yang memalukan seperti kekalahan 8-2 di Old Trafford, di bantai 6-0 di Stamford Bridge, tepat pada pertandingan ke 1000 Wenger dan acara NonBar saya dengan fans Chelsea pula, serta di gorok dengan agregat skor 10-2 melawan Bayern Munich pada dua laga di Liga Champions. Hal ini menjadi PR besar dan mungkin Unai Emery akan berbelanja pemain baru di musim panas ini jika tidak PHP lagi.

3. Menjual Robin van Persie ke Manchester United

Tidak perlu kembali pada beberapa tahun lalu untuk menyadari bahwa hal ini adalah sesuatu yang sangat bodoh untuk dilakukan. Satu dari 10 hal buruk yang dilakukan Arsenal dalam 15 tahun terakhir tentunya penjualan van Persie ini.

Pada 2012, pemain asal Belanda itu hanya memiliki satu tahun tersisa di kontraknya, dan van Persie memutuskan dia ingin keluar dari Emirates setelah mencetak 30 gol Liga Premier pada musim sebelumnya. Jadi daripada membiarkannya pergi secara gratis pada tahun berikutnya, Arsenal memutuskan untuk menjualnya seharga £24 juta.. kepada rival mereka, Manchester United. Banyak gooners yang menganggap van Persie sebagai penghianat ataupun judas namun apakah hal ini murni kesalahan pria berusia 28 tahun saat itu? Dengan melakukan penjualan ini, The Gunners mungkin juga telah melupakan gelar Liga Premier dan menulis pesan keberuntungan untuk Sir Alex, karena van Persie berperan penting dalam memberikan Setan Merah piala ke-20 mereka.

2. Mempertahankan Arsene Wenger terlalu lama

Oke, ini mungkin kurang sopan dan terlalu keras, tetapi ayo pikirkanlah.
Gooners saja sampai terpecah menjadi dua kubu sebagai AKB dan WOB yaitu antara apakah Wenger harus bertanggung jawab atas klub dan segera pergi, dan setengahnya sepertinya berpikir dia melakukan pekerjaan yang baik dengan apa yang dia miliki dan dia telah menjalankan tugasnya.
Namun, seperti yang disebutkan diatas, musim 2016 sepertinya kesempatan besar terakhir Arsenal untuk benar-benar mencapai sesuatu yang istimewa, dan pada saat Arsenal finish di posisi keenam di liga pada tahun 2018 barulah waktu Wenger di Emirates habis. Meskipun klub membutuhkan reboot selama bertahun-tahun, itu tidak akan terjadi bila Wenger masih di sana. Memang fakta bahwa Wenger telah mencapai beberapa hal luar biasa saat berada di puncak pimpinan, dan ia bisa dibilang salah satu tokoh terpenting dalam sejarah sepakbola Inggris, tetapi entah bagaimana semakin musim berganti, klub malah turun menjadi biasa-biasa saja di bawah pengawasannya, walaupun itu mungkin bukan semua kesalahannya, Wenger tidak akan dengan mudah memenangkan kembali basis penggemar yang menentangnya itu.

1. Menjual Klub ke Stan Kroenke

Sementara Arsene Wenger tidak diragukan lagi dia telah melakukan yang terbaik dalam waktunya di Arsenal, hal yang sama tidak dapat dikatakan tentang Stan Kroenke, miliarder Amerika dan sekarang pemegang saham mayoritas klub.
Desas-desus tentang pengambilalihan klub olehnya bahkan menyebabkan David Dein yang sangat dicintai meninggalkan klub.
Pada 2008, Kroenke adalah anggota dewan, dan tiga tahun kemudian, ia telah menyelesaikan pengambilalihan untuk menjadi pemegang saham mayoritas.
Sejak itu, sangat sedikit yang Kroenke lakukan bahkan untuk membantu The Gunners kembali ke puncak piramida. Sepakbola dan Arsenal baginya adalah bisnis, tidak masalah tidak juara. Faktor yang membuat Arsenal terseok-seok dan tertinggal dari tim lain bukanlah suatu kebetulan namun karna ada Kroenke di dalamnya.
Mirip dengan keluarga Glazer di Man United, Kroenke tampaknya mengambil lebih banyak uang dari klub daripada yang ia masukkan, dan itu membuat klub membutuhkan perbaikan staf bermain, dengan sedikit uang untuk memperbaiki masalah itu.

Tidak sulit bukan untuk melihat mengapa para Gooners tidak pernah putus asa mendukung supaya Kroenke keluar dari klub sesegera mungkin dan klub diambil alih oleh orang yang benar-benar mencintai sepakbola, mempunyai niat untuk memajukan dan menjadikan Arsenal kembali berjaya bukan hanya untuk masalah uang dan bisnis semata.

Baca juga :
Sejarah Rivalitas El Clasico Dalam Laga Copa del Rey

One Reply to “10 Hal Buruk yang Dilakukan Arsenal Dalam 15 Tahun Terakhir”

  1. Pingback: Fakta Stan Kroenke yang mungkin Gooners belum ketahui - aandzee.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*