Fashion Style Era Tahun 1920an

Amerika memainkan peran penting pada gaya berbusana tahun 1920, dimasa setelah Perang Dunia 1. Amerika sebagai salah satu pusat mode dunia memasuki era makmur yang mempengaruhi gaya fashion mereka. Musik Jazz dan tarian glamor muncul pada tahun 1920 dan memasuki angkatan kerja dalam jumlah besar.
Tahun-tahun 20an juga ditandai dengan maraknya bisnis ilegal, salah satu cartel yang terkenal didunia saat itu adalah Al Copone.

Fashion Gaya Melindrosa (Flapper) yang berarti ‘New Breed’ muncul. Style penggunaan make-up yang berlebihan, berdandan glamor, minum alkohol, mengendarai mobil, dan merokok menjadi hal yang mendampingi gaya berbusana glamor seperti ini.

Bukan hanya itu, gaya berbusana tahun 1920 juga menunjukkan adanya milenia baru setelah sebelumnya gaya berbusana lebih condong pada zaman Victoria.

Flapper berarti seekor anak burung yang sudah berbulu dan sedang belajar terbang dengan menggelapakkan sayapnya.
Sedangkan makna lainnya berarti seorang perempuan yang serba canggung. Dibilang dewasa belum, disebut anak-anak juga sudah tidak pantas lagi.
Pemberontakan generasi muda bukan hanya dimasa sekarang, namun juga dimasa Perang Dunia 1, dimana nilai-nilai sosial berubah drastis. Masa itu disebut ‘roaring twenties’.

Kosakata Flapper mulai muncul pada masa Perang Dunia 1.
Flapper digambarkan sebagai seorang wanita muda yang bebas, mandiri, sensual, berani menempuh resiko dan suka bersenang-senang serta memberontak.

Mereka adalah para generasi muda tahun 1920 yang menggemari musik Jazz.
Masa itu adalah era diawalinya berbusana secara sederhana, ringkas, dan siap pakai.
Tahun 1924, diperkenalkan one hour dress, dimana pakaian siap jadi dalam waktu satu jam.

Korset digantikan dengan pakaian dalam yang disebut step-in. Step-ins mirip dengan baju terusan hanya berwarna putih dan lebih tipis serta ringan. Tidak menyiksa sebagaimana layaknya korset.
Disamping itu, korset dilepas agar bisa menari dengan leluasa.

Sedangkan untuk topi, yang paling terkenal saat itu adalah topi berbentuk lonceng atau cloche yang sesuai dengan potongan rambut bob. Atau topi model cilukba alias pickaboo hat.

Selain itu, seorang Flapper harus mempunyai atribut seperti kalung mutiara panjang, kaos tanpa lengan dengan corak bunga-bunga atau deco.

Originally posted 2019-02-05 13:21:55.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*