Bagaimana Meningkatkan Perilaku Baik Anak

Meningkatkan perilaku baik anak – Setiap anak terlahir dengan keistimewaan dan keunikan sifatnya masing-masing. Tidak ada anak yang mempunyai sifat yang sama satu sama lain meskipun mereka saudara sekandung.

Jadi penting untuk orangtua agar dapat memahami hal ini dan tidak membanding-bandingkan anak satu dengan yang lainnya.

Orangtua di harapkan dapat meningkatkan perilaku baik anak dan mengurangi perilaku yang kurang baik atau buruk pada anak dengan beberapa praktek yang dapat di lakukaan sehari-hari seperti:

Memuji anak dengan kelebihannya masing-masing.
Saat anda menyadari bahwa setiap anak itu spesial, maka yang dapat anda lakukan adalah memuji kelebihan masing-masing anak.
Misalnya Budi senang bermain bola dan pandai di bidang mata pelajaran matematika, sedangkan Ani pandai di mata pelajaran Bahasa Indonesia dan menyukai kegiatan memasak. Orangtua dapat memuji kelebihan mereka masing-masing dengan tidak membandingkan pencapaian atau prestasi yang telah di raih masing-masing anak.

Mengucapkan “tolong” ketika ingin meminta anak melakukan sesuatu.
Ketika anak sedang bermain maupun melakukan kegiatan lain, kebanyakan dari mereka tidak ingin di ganggu apalagi di suruh melakukan sesuatu. Namun bila anda sebagai orang tua telah terbiasa mengucapkan kata “tolong” kepada anak untuk melakukan sesuatu, anak pun akan peka ketika orangtuanya membutuhkan bantuannya.

Mengucapkan “terima kasih” pada anak, jika anak selesai membantu.
Kata ini sangat mudah namun kadang sulit di ucapkan. Berkata “terima kasih” kepada anak setelah ia melakukan kebaikan atau bantuan akan membuat anak merasa di hargai dan pada jangka waktu yang panjang, anak akan dengan senang hati membantu tidak hanya untuk orangtua tapi juga orang lain di sekitarnya.

Mengucapkan “maaf” jika orangtua melakukan kesalahan terhadap anak.
Dengan menjadi orangtua tidak selalu membuat anda selalu benar, terkadang orangtua juga melakukan kesalahan terhadap anak. Penting bagi orangtua untuk mengucapkan kata “maaf” kepada anak. Hal ini menunjukkan tidak hanya sikap orangtua saja yang mengakui kesalahan dan meminta maaf, h ini juga mengajari anak tentang apa yang harus dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan.

Tidak mencubit atau menjewer anak.
Anak-anak dengan dunianya mungkin akan banyak melakukan kesalahan dan kenakalan yang dapar menyulut emosi orangtuanya. Namun penting bagi anda untuk selalu menahan diri melakukan kekerasan fisik terhadap anak karna hal ini akan berimbas pada mental anak.

Tidak membentak anak dengan kata-kata kasar.
Selalu tahan diri untuk tidak membentak maupun mengeluarkan kata-kata kasar terhadap anak khususnya saat di tempat umum maupun di depan banyak orang. Hal ini mungkin akan membuat anak trauma dan mempengaruhi psikologinya kedepan.

Ketika merasa kesal terhadap perilaku anak, anda mengatakan “Bunda sedih/kecewa karena kamu melakukan….”.

Meningkatkan perilaku baik anak juga dapat di lakukakan dengan alih-alih memarahi dan meluapkan kekesalan anda terhadap anak, cobalah untuk lebih tenang dan beritahu pada anak apa yang membuat anda kecewa padanya dan nasehati mereka untuk tidak melakukan kesalahan yang sama kedepannya.

Menjelaskan kepada anak perilaku buruknya.
Anak mungkin tidak atau belum memahami kesalahan dan perilaku buruk yang dilakukannya karna usianya yang mungkin masih belia, namun sebagai orangtua anda perlu untuk untuk menjelaskan kepada anak akibat perilaku buruknya dengan lembut dan dengan kata-kata yang mudah di pahami anak sehingga anak akan belajar dari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi.

Membuat peraturan bersama anak.
Orangtua dapat mulai membuat peraturan bersama yang di sepakati oleh orangtua dan anak. Misalnya, bila ada tamu anak tidak boleh rewel atau membuat rumah berantakan dan sebagainya.

Dengan mempunyai aturan yang di patuhi kedua belah pihak maka akan tercipta suasana yang disiplin.

Originally posted 2019-02-16 14:32:42.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*